Rani Agias’s Weblog

Topeng Manusia

Posted by: rani agias on: February 26, 2008

TOPENG MANUSIA  

Dunia ini panggung sandiwara, Cerita yang mudah berubah, Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani, Setiap kita dapat satu peranan, yang harus kita mainkan, Ada peran wajar ada peran berpura-pura, Mengapa kita bersandiwara, Mengapa kita bersandiwara, Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak, Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang, Dunia ini penuh peranan, Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan, Mengapa kita bersandiwara”             

Hmmm….dunia memang panggung sandiwara. Kalau kita bisa mengambil jarak dan melihat kehidupan kita sendiri, ibaratnya kita menjadi penonton dalam sebuah pertunjukan teater. Dalam panggung teater setiap pemain harus berperan sesuai dengan lakonnya. Mereka harus menampilkan karakter yang sesuai dengan tokoh yang dijalaninya, sehingga penonton pun dapat memahaminya. Sebagai suatu pertunjukkan, tidak ada pengeditan pada pementasan teater. Ibaratnya, terjadilah apa yang terjadi. Untuk menghidupkan jalan cerita dalam pertunjukan teater, perlu adanya interaksi antar pemain. Di atas panggung, mereka harus saling melempar dialog sesuai dengan yang ada dalam skenario.         

Apabila dianalogikan, kehidupan kita sama seperti pertunjukkan teater. Setiap manusia mempunyai jalan hidup sendiri-sendiri sesuai dengan yang dikehendaki Tuhan. Ada yang harus berlakon sebagai guru, pemuka agama, petani, ahli medis, sopir, dan lain sebagainya. Sama halnya di panggung teater, dalam kehidupan ini kita pun harus berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dapat dipahami karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Kehidupan di dunia tidak akan berjalan seperti sekarang ini jika kita hanya sendirian.            

Diperlukannya interaksi dengan orang lain tersebut membuat kita seringkali bersandiwara. Namun berbeda dengan panggung teater, di panggung dunia ini kita tidak mempunyai kesempatan untuk berlatih sebelum pementasan. Kita sendiri lah yang harus membentuk karakter diri. Tanpa ada naskah, kita harus dapat memberikan reaksi yang bersifat spontan. Meskipun demikian, kita tidak lah dapat menampilkan diri kita secara utuh kepada orang lain. Kita tidak mungkin secara jujur mengungkapkan dorongan-dorongan mendasar, yang bersifat liar, kepada orang lain. Ketika tersinggung dengan orang lain, tak pantas rasanya kalo kita secara terang-terangan membiarkan begitu saja hasrat untuk membunuh muncul dan tampil menjadi perilaku yang nyata. Disini kita harus melakukan filter terhadap hasrat tersebut atau mengubahnya menjadi perilaku yang lebih pantas.

Filter tersebut memang diperlukan, karena kita harus menghidupkan peran yang dimiliki. Kita harus memilah-milah manakah perilaku yang sesuai dan manakah yang tidak sesuai dengan tuntutan peran kita. Tanpa disadari, dalam sebuah interaksi sosial kita sering menampilkan imej tertentu kepada orang lain. Oleh Carl Gustav Jung (1875-1961), imej ini diistilahkan sebagai ‘mask’ atau topeng. Topeng tersebut digunakan untuk menyembunyikan bagian terdalam dalam diri kita kepada orang lain. Topeng apa yang kita tampilkan kepada orang lain, sebenarnya merefleksikan persepsi kita terhadap peran sosial yang diharapkan untuk kita perankan dalam kehidupan ini. Selain itu, secara tidak langsung juga merefleksikan harapan bagaimana kita akan dipandang oleh orang lain.  

Topeng yang diadopsi oleh manusia untuk berespon terhadap tuntutan lingkungan dan norma-norma yang berlaku disebut sebagai persona. Menurut Jung, persona merupakan bagian dari ketidaksadaran manusia. Persona adalah public personality (kepribadian yang ditampilkan untuk umum), yaitu aspek yang ditampilkan pada orang lain, yang bertentangan dengan private personality (kepribadian yang diketahui hanya untuk diri sendiri). Persona.ini  dibutuhkan untuk bertahan hidup. Dengan adanya persona ini kita menjadi memiliki kemampuan untuk mengontrol perasaan, pikiran, dan tingkah laku.

Sebenarnya persona sendiri terdiri dari berbagai topeng. Dalam setiap kesempatan kita sering menampilkan perilaku yang berbeda, tergantung pada peran yang sedang kita jalankan saat itu. Ketika sedang berperan sebagai atasan, maka kita akan menampilkan diri sebagai seorang yang keras dan disiplin. Namun sebaliknya, ketika berperan sebagai orang tua, kita akan menampilkan diri sebagai seorang yang hangat dan humoris. Adanya berbagai topeng tersebut tidak serta merta menujukkan bahwa kita adalah seorang yang berkepribadian ganda. Hal ini hanya lah upaya kita bertahan dalam menghadapi situasi yang berbeda.

Persona adalah topeng yang digunakan sebelum kita menampilkan diri kita secara utuh kepada orang lain. Topeng yang kita tampilkan akan memberikan informasi kepada orang  lain mengenai diri kita. Dengan informasi yang dimiliki, mereka akan membuat penilaian tentang diri kita. Mereka akan memiliki gambaran yang utuh tentang kepribadian kita. Pada akhirnya, mereka pun akan mengenakan topeng yang sesuai dalam berinteraksi dengan diri kita. Namun, terkadang topeng sengaja digunakan untuk memanipulasi orang lain. Topeng tersebut sengaja digunakan agar orang lain memiliki kesan tertentu terhadap diri kita sesuai dengan yang kita harapkan. Apabila ini terjadi, maka kita telah menciptakan kesan yang salah (false impression) dari diri kita. Orang lain pun akan menangkap kesan yang salah tersebut.

Oleh karena itu sangat diharapkan bahwa topeng yang kita miliki tersebut hanya sekedar berguna untuk memberikan kesan yang baik (good impression) pada orang lain, terutama orang yang baru kita kenal. Apabila terlau berindetitas sepenuhnya pada persona, maka kita akan menjadi terasing dari dirinya sendiri dan perasaan yang sebenarnya. Disini kita tidak akan bisa menjadi diri sendiri, karena hanya mengenakan topeng sesuai dengan yang diharapkan orang lain. Kita tidak berani bersikap jujur, dimana hanya ingin menampilkan kesan yang selalu bagus dihadapan orang lain.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • None
  • suntea: thanks ya untuk materi kultum... hehe bagus,,, :)

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.