Rani Agias’s Weblog

Arti Sebuah Kesuksesan

Posted by: rani agias on: September 6, 2008

 

Dalam hidup, seringkali kita merasa tidak puas akan apa yang telah kita raih. Secara subjektif, kita memandang diri kita belum melakukan banyak hal. Timbullah perasaan kurang dan terus menuntut diri untuk lebih baik lagi. Padahal, apabila orang lain menilai diri kita, belum tentu mereka sependapat dengan kita. Menurut mereka, dengan apa yang telah kita lakukan sebenarnya kita ini termasuk sebagai seorang yang sukses.

Kita sering kali membandingkan diri kita dengan orang lain untuk mengukur sebuah kesuksesan. Apabila kita melihat orang lain melakukan hal-hal yang belum kita lakukan, maka kita akan menganggap diri kita tidak sukses dan orang tersebutlah yang lebih sukses. Tanpa kita ketahui terkadang orang yang kita nilai lebih sukses, justru menganggap kita lebih sukses dari dirinya. Memang pada dasarnya kita tidak pernah puas pada apa yang telah kita capai.

Pendefinisian sukses sebenarnya berbeda-beda pada setiap orang. Bagi beberapa orang, sukses dianggap sebagai sebuah keberuntungan, kemasyuran, atau terus mendapat penghargaan. Sedangkan bagi yang lain, sukses adalah apabila ia populer, mendapat status sosial yang tinggi, atau memiliki pekerjaan bergengsi. Maka tidak mengherankan apabila kita dan orang lain memiliki penilaian yang berbeda tentang kesuksesan seseorang.

Jadi sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan sukses? Sukses berarti pemenuhan atau pencapaian pribadi yang berlangsung seumur hidup. Pemenuhan atau pencapaian pribadi ini akan terjadi dengan menciptakan makna dalam kehidupan pribadi dan dalam pekerjaan kita.

Sukses jenis ini tidak diberikan oleh orang lain, tetapi juga tidak dapat diambil oleh orang lain. Untuk menciptakan makna tersebut diperlukan keberanian mengambil risiko, menghadapi tantangan dan menggunakan sumber daya terbaik kita untuk mengembangkan secara penuh potensi-potensi yang kita miliki.

Perlu diingat bahwa sukses itu bukanlah nasib. Sukses adalah sebuah perjalanan dalam hidup kita. Jadi, kita perlu merasa iri dengan orang lain yang kita anggap beruntung atas kesuksesan bertubi-tubi yang diraihnya.

Sebagai sebuah perjalanan dalam hidup, maka kita perlu melihat ke dalam diri kita sebenarnya apa value (nilai) yang kita miliki. Apabila nilai yang kita miliki adalah untuk melayani sesama, maka kita tidak perlu iri dengan memandang orang yang memiliki status sosial yang lebih tinggi sebagai seorang yang lebih sukses dari kita.

Nilai yang kita miliki ini akan mengarahkan hidup kita untuk mendapatkan makna dalam kehidupan pribadi dan pekerjaan. Dengan kata lain, apabila kita merasa goyah karena merasa belum mencapai kesuksesan seperti orang lain, maka kita perlu mengingat lagi nilai yang kita miliki tersebut.

Prestasi

Secara nyata, salah satu indikasi dari kesuksesan adalah prestasi yang kita peroleh. Setiap dari kita pasti memiliki motivasi untuk berprestasi. Dari kecil, orangtua selalu mendorong kita untuk berprestasi.

Namun, kadar dari motivasi tersebut akan berbeda-beda pada setiap orang. Apakah motivasi berprestasi akan menjadi prioritas utama kita atau tidak, akan sangat bergantung pada beberapa faktor, seperti urutan kelahiran, budaya, nilai pribadi, peran gender, dan pengalaman masa lalu.

Sebagai contoh, biasanya anak pertama cenderung mempunyai motivasi yang tinggi dalam berprestasi dibandingkan dengan adik-adiknya. Hal ini terjadi karena sebagai anak sulung, anak yang pertama kali dimiliki oleh orangtua, mereka mendapat perhatian yang besar dari orangtuanya. Perhatian yang besar ini akan membuat anak sulung berani menghadapi sesuatu yang sulit atau menantang.

Motivasi berprestasi merupakan kombinasi yang kompleks dari berbagai faktor. Dua elemen dari motivasi berprestasi adalah keinginan untuk sukses dan takut akan kegagalan. Setiap dari kita memiliki kombinasi yang berbeda dari dua elemen tersebut.

Orang yang besar keinginannya untuk sukses dan kecil ketakutannya akan gagal, biasanya akan memilih jenis tugas yang realistik atau dapat diwujudkan dengan tingkat kesulitannya moderate (sedang).

Sedangkan, orang yang sangat kuat keinginannya untuk sukses, dan sangat besar ketakutannya akan gagal, akan membuat target yang sangat mudah dengan disertai perasaan tidak yakin akan dapat mencapai tujuannya tersebut.

Meskipun indikasi nyata dari kesuksesan adalah prestasi, kita perlu berhati-hati melihat apakah motivasi yang mendasarinya memang ke- inginan untuk berprestasi atau sekadar kebutuhan untuk mendapat pengakuan?

Motivasi berprestasi mengacu pada keinginan untuk menguasai sesuatu yang sulit atau menantang secara mandiri dan sesukses mungkin. Sedangkan, kebutuhan untuk mendapat pengakuan mengacu pada keinginan untuk bekerja keras dan tampil sebaik mungkin di hadapan orang lain.

Apabila motivasi berprestasi muncul karena adanya perhatian yang besar, maka sebaliknya, kebutuhan akan pengakuan muncul karena kurangnya kasih sayang dan afeksi.

Dapat dilihat bahwa ke- inginan untuk sukses pada motivasi berprestasi tidak akan tergantung pada penghargaan yang diberikan oleh orang lain, dan keinginan untuk sukses pada kebutuhan untuk mendapat pengakuan sangat tergantung pada penghargaan yang diberikan oleh orang lain.

Oleh karena itu, umumnya orang yang memiliki kebutuhan untuk mendapat penghargaan tidak akan segan-segan membanggakan prestasi yang telah diperolehnya pada orang lain.

Orang-orang seperti ini akan sulit menciptakan makna bagi dirinya sendiri terhadap prestasi-prestasi yang diraihnya. Kesuksesan yang diraihnya pun akan sangat bergantung pada pemberian penghargaan dari orang lain, sehingga akan mudah diambil juga oleh orang lain.

Untuk mengartikan sebuah kesuksesan, maka kita perlu mendefinisikannya dan menetapkan nilai yang ingin diwujudkan.

Apabila kita menganggap kesuksesan sebagai pencapaian pribadi yang berlangsung seumur hidup, maka alangkah baiknya apabila kita ingin berprestasi karena memang benar-benar menginginkannya dan bukan karena dipengaruhi oleh orang lain.

Kita perlu melihat pada diri kita sendiri, apakah selama ini kesuksesan yang kita inginannya didasarkan ke- inginan berprestasi ataukah sekadar kebutuhan untuk diakui?

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • None
  • suntea: thanks ya untuk materi kultum... hehe bagus,,, :)

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.